Bread, Love, and Dream/King of Baker

King of Baker/Bread, Love, and Dream (2010)
Skenario: Kang Eun Kyung
Sutradara: Lee Jung Sub
Genre: Drama
Pemain: Yoon Si Yoon, Joo Won, Lee Young Ah, Eugene
Komentar: (9)

Sinopsis
Drama seri ini merupakan salah satu film di televisi yang paling banyak ditonton di Korea Selatan. Rating untuk episode akhirnya mendekati 50%. Di Indonesia King of Baker sudah diputar ulang sebanyak tiga kali.

Alur film ini mengalir dan ada pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan hidup dan keahlian membuat roti para tokoh yang terlibat. Berkisah tentang Kim Tak Gu, putra sulung konglomerat Goo Jong Il  (presiden direktur perusahaan roti Geosung) yang baik hati, selalu berpikiran positif, dan memiliki penciuman tajam  dan putra keduanya Goo Ma Jun yang kesepian hingga lebih sering dibakar rasa iri.

Kisah dibuka dengan proses kelahiran anak kedua Seo In Suk, istri presiden Jung Il. Ibu mertuanya berharap anak yang terlahir laki-laki, namun ternyata anak perempuan. In Suk gelisah dan mendatangi seorang yang dikabarkan pandai meramal. Peramal tersebut mengatakan, Jung Il akan mendapatkan anak laki-laki dari perempuan lain. In Suk tidak akan mendapatkan anak laki-laki, kecuali dari pria lain.

Jung Il yang menikah tanpa cinta (dilatari bisnis dan sodoran orangtua) melakukan kesalahan dengan Kim Mi Soon, pengasuh anaknya yang juga bekerja sebagai suster yang menjaga dan mengecek kesehatan keluarga. Alhasil Mi Soon hamil. Meski ibu Jung Il ( Mrs Hong) melindungi Mi Soon, namun In Suk dengan bantuan Han Seung Jae — manajer Han (sahabat dan tangan kanan Jung Il dan lelaki yang diam-diam mencintai In Suk), memaksa Mi Soon untuk menggugurkan kandungan. Mi Soon berhasil melarikan diri dan kemudian melahirkan Kim Tak Gu. Sementara itu, In Suk yang mempercayai omongan peramal akhirnya berhubungan dengan Seung jae, hamil dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Goo Ma Jun.

Saat anaknya berusia 12 tahun, Jung Il menemukan kembali In Suk. Mereka sepakat Tak Gu dirawat ayahnya agar mendapat pendidikan yang baik. Tak Gu yang ingin tinggal dengan ibunya akhirnya mengalah. Dia bertekad meraih sukses agar bisa segera berkumpul bersama sang ibu. Namun, nasib membawanya pada rentetan peristiwa yang mengubah arah hidup semua orang.

Jung Il yang merasa berdosa karena baru bisa menemukan anaknya, menunjukkan kedekatan dengan Tak Gu. Apalagi Tak Gu memiliki kecintaan yang sama, menyukai roti dan memiliki penciuman tajam. Guru Jung Il pernah mengatakan, hanya sedikit sekali orang yang dikaruniai kejeniusan, mempunyai penciuman tajam, salah satu keahlian yang dibutuhkan seorang baker.

Perhatian Jung Il pada Tak Gu, mengundang kecemburuan Ma Jun. In Suk ibu Ma Jun juga khawatir, warisan nantinya akan jatuh ke tangan Tak Gu. Maka bersama Seung Jae, mereka berusaha menyingkirkan Tak Gu dan ibunya. Saat mereka membicarakan hal itu, ibu Jung Il dan Ma Jun tanpa sengaja mendengar. Dua insan ini terkejut. In Suk memohon pada ibu mertuanya agar tidak memberitahu Jung Il. Kemudian terjadi kecelakaan, di tengah hujan lebat Mrs Hong yang shock dan tangannya terus ditarik In Suk, hilang keseimbangan, terjatuh. In Suk dan manajer Han memutuskan membiarkan saja. Ma Jun melakukan hal yang sama, meski kemudian berusaha menggedor kamar ayahnya. Namun, karena sudah usia lanjut dan terlalu lama dibiarkan di tengah hujan, pendarahan otak yang diderita Mrs Hong berakhir pada kematian.

In Suk dan manajer Han meneruskan rencana menyingkirkan Tak Gu dan ibunya. Mereka menyewa orang untuk memnbunuh Mi Soon. Shin Yu Kyung, teman Tak Gu di kampung halaman (juga lokasi pembangunan pertama pabrik roti Geosung) menulis surat, memberitahu bahwa kondisi sang ibu dalam bahaya. Dua anak ini sangat dekat, Tak Gu seringkali melindungi Yu Kyung dari kekejaman ayahnya yang suka memukul saat mabok. Kebetulan Yu Kyung melihat dan mendengar, apa yang diminta manajer Han kepada ayahnya, membunuh ibu Tak Gu.

Tak Gu nekat pulang. Saat tiba di rumah, Tak Gu menyaksikan ibunya diculik oleh seorang lelaki dengan tato berbentuk kincir angin di pergelangan tangan. Ketika dia pulang, ayahnya Jung Il berjanji akan mencari Mi Soon dan meminta Tak Gu jangan pergi lagi tanpa memberitahu. Namun, Tak Gu terpaksa melupakan janjinya, ketika dia diancam manajer Han agar pergi dan tidak kembali lagi jika ibunya ingin selamat. Dia dijanjikan akan bertemu dengan sang ibu. Namun, ternyata Tak Gu diberikan pada nelayan yang sudah dibayar, untuk dibawa keluar dari Korea. Tak Gu melarikan diri, bertemu seorang kakek yang membantu menyembunyikan dan kemudian memberikan sepotong roti, yang menurut Tak Gu sangat enak.

Tak Gu tumbuh dewasa, tetap dengan sifatnya yang selalu berpandangan positif, peka, dan baik hati. Selama 12 tahun dia hidup di jalanan, berkelana mencari ibunya. Satu yang dia pahami, dia harus mencari lelaki dengan tato kincir angin. Di usia 24, akhirnya Tak Gu menemukan lelaki itu di toko roti Pal Bong.

Di sini cerita terus bergulir, Tak Gu, Ma Jun, Yu Kyung, Mi Soon, In Suk, Manajer Han, Pal Bong (pemilik toko roti Pal Bong, kakek yang langsung mengenali Tak Gu saat dia memberi roti di usia 12 tahun), dll. Kisah yang menarik, menghibur, dan membawa pesan.

Leave a comment

Filed under Film Seri, Korea, Rekomendasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s